Senin, 21 Februari 2011

persaingan pasar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagian integral dari strategi pemasaran adalah berkaitan dengan persaingan, oleh karena itu untuk dapat unggul dalam kancah persaingan kita harus mampu mengenali pesaing dan intensitas persaingan. Tujuan mengenali pesaing adalah agar perusahaan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pesaing sehingga dapat memperkirakan kemampuan pesaingnya, sehingga strategi bersaing perusahaan dapat dirumuskan untuk memperhitungkan kemungkinan tindakan dan respon pesaing. Dalam era perdagangan bebas setiap perusahaan menghadapi persaingan yang ketat. Meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing menuntut perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen serta berusaha memenuhi harapan konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing. Dengan demikian, hanya perusahaan yang berkualitas yang dapat bersaing dan menguasai pasar. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1.Bagaimana mengidentifikasi persaingan pasar? 2.Bagaimana menganalisa kelemahan persaingan pasar? 3.Bagaimana menganalisa peluang? 4.Bagaimana strategi persaingan pasar? 1.3 Tujuan Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan ditulisnya makalah ini adalah untuk: 1.Mengetahui mengidentifikasi persaingan pasar. 2.Mengetahui menganalisa kelemahan persaingan pasar. 3.Mengetahui menganalisa peluang. 4.Mengetahui strategi persaingan pasar. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Identifikasi Pesaing A. Identifikasi Informasi Tentang Pesaing Beberapa informasi yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi pesaing adalah: 1.Apa yang pesaing sedang kerjakan dan dapat dikerjakan? Atas dasar beberapa analisis keunggulan, informasi yang kuantitatif dan faktual mengenai apa pesaing yang mampu lakukan: apa yang dipunyai atau dimiliki, apa yang sedang dilakukan dan apa hasilnya. Pendekatan yang lebih terpusat, khususnya terpusat pada area perusahaan mempunyai keunggulan kompetitif atas sumber-sumbernya. Meskipun pengumpulan data dan fakta adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah pengevaluasian dan interprestasi atas apa yang dihasilkan. Evaluasi berarti menilai setiap aspek dari bisnis pesaing distribusi, pemasaran dan penjualan. manufaktur dan operasi, penilaian, organisasi dan moral, kemampuan kepemimpinan dan kedalamannya, dan portofoliao yang berkaitan dengan kelemahan dan kekuatan secara operasional, sebab kekuatan adalah satu hal dimana perusahaan diuji oleh pelanggan dan ditakuti pesaing: sedang kelemahannya adalah hal yang sebaliknya. Interprestasi mengambil fakta-fakta dasar dan evaluasinya sebagai kekuatan dan kelemahan dan menanyakan beberapa pertanyaan kunci, pertanyaan yang tajam adalah sebagai berikut : 1.Apa inti kapabilitas pesaing? 2.Apa kemampuan pesaing untuk tumbuh? 3.Apa kemampuan pesaing untuk merespon dan berubah? 4.Apa kemampuan pesaing untuk bersikeras? 2.Apa yang mungkin dilakukan oleh pesaing? Informasi yang berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan pesaing sangat diperlukan terutama berkaitan dengan aspek akuntansi, peluang untuk melakukan ekspansi dan aspek fungsional perusahaan. Untuk mengetahui secara jelas arah tindakan yang akan dilakukan oleh pesaing maka kita perlu memahami tujuan dan asumsi yang digunakan pesaing. c. Profil Responden Pesaing Kombinasi dari analisis tujuan pesaing dan asumsi-asumsi ini bersamasama dengan kapabilitas dan strategis-strategis saat ini dapat digunakan perusahaan untuk meramalkan profil respon pesaing. Profil respon menceritakan tindakantindakan macam apa yang mungkin diambil pesaing dalam merespon tindakantindakan perusahan itu sendiri. Secara teoritis, persoalan ini komplek. Seorang ekonommis menggunakan istilah variasi konjungtur mengarah pada apa yang diketahui tentang kemungkinan dan intensitas dari respon-respon pesaing. Secara khusus, variasi konjungtur adalah apa yang dipercaya mengenai hubungan antara perilakku perusahaan itu sendiri dan tindakan yang berhubungan dengan mazimize return yang akan diambil oleh pesaing. B. Metode Identifikasi Pesaing Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pesaing menurut John A. Czepiel dalam bukunya Competitive Marketing Strategy antara lain: a.pendekatan dari sisi supply untuk mengidentifikasi pesaing yang relevan (Supply side approach) b.pendekatan dengan mendefinisikan pesaing sebagaimana yang didefinisikan oleh pelanggan (Demand side approach) a. Supply Side Approach Semakin banyak pesaing langsung bersaing atas pelalnggan yang sama persis dengan cara yang pasti sama seperti yang dilakukan perusahaan. Pesaing menjualproduk yang sama, yang dibuat dengan teknologi yang sama, kepada pelanggan yang sama melalui saluran yang sama. Jika perusahaan tidak dapat memenangkan pelanggannya dalam melawan pesaing yang identik, maka tidak mungkin perusahaan dapat bersaing dengan lebih baik melawan pesaing langsungnya. Dalam arti yang lebih umum, sebuah perusahaan pesaing adalah perusahaan-perusahaan yang strateginya bertentangan dengan perusahaan kita. Ada dua pendekatan untuk mengidentifikasi tingkat konflik strategi dari dua perusahaan. 1. Pendekatan Abell Derek Abell menganjurkan bahwa sebuah bisnis dapat didefinisikan sepanjang sejumlah dimensi seperti kelompok pelanggan, teknologi produk dan fungsi yang dilayani oleh produk. Dimensi ini berkaitan dengan cara dan tempat yang dipilih untuk bersaing, terutama: a.Produk-produk yang ditawarkan. Produk-produk yang ditawarkan dapat didefinisikan dalam tiga dimensi: fungsifungsi, teknologi dan material (bahan baku). - fungsi pelanggan, ditekankan pada kebutuhan apa yang perlu dipuaskan (what) - teknologi, menceritakan bagaimana fungsi pelanggan akan dipuaskan (how) - material, yaitu dengan membedakan bahan untuk memproduksinya. b.Jenis pelanggan yang dipilih. Kelompok pelanggan yang dilayani (who) merupakan satu kunci dimensi. 2. Kelompok Strategis (group strategic) Pendekatan ini mengidentifikasikan pesaing berdasarkan pada perbedaanperbedaan strategis-strategis perusahaan dalam bersaing disebuah industri. Dengan demikian hal ini merupakan suatu konsep yang lebih umum dari pendekatan Abell tentang definisi bisnis. Seperti dalam pendekatan definisi bisnis, sebuah konsep secara intuisi adalah menarik dan dapat dimengerti. Contoh, sebuah hipotesis industri mungkin tersusun atas tiga kelompok strategis: 1.Sekumpulan perusahaan besar yang mencapai tujuan dengan strategi produksi berbiaya rendah atas produk-produk yang terstandarisasi melalui outlet-outlet mass-market. 2.sekumpulan perusahan lain yang strateginya berpijak pada kualitas yang tinggi, deferensiasi dan produk lain yang dijual melalui toko – toko khusus. 3.Sekumpulan kecil perusahaan memperoleh keunggulan strategi dengan spesialisasi dalam melayani kelompok pelanggan khusus atau memproduksi produk-produk dalam jumlah terbatas. Konsep kelompok strategi digunakan dalam mengindentifikasi dan menganalisis pesaing karena anggota-anggota dari kelompok strategi tidak hanya menyerupai satu sama lain tetapi juga dipengaruhi dengan cara yang sama oleh beberapa peristiwa dalam lingkungnan, yang berarti: (1) persamaan dalam strategi - strategi mereka berarti bahwa mereka akan merespon dalam satu yang sama atas ancaman atau perubahan persaingan. (2) sementara semua perusahaan-perusahaan dalam satu industri berada pada persaingan tingkat Internasional, perusahaan – perusahaan dalam kelompok strategi yang sama bersaing lebih terbuka diantara mereka sendiri dari pada dengan perusahaan – perusahaan di lain kelompok. (3) persaingan diantara kelompok tidak sama – berbagai pasangan kelompok mungkin bersaing lebih atau kurang insentif. Dengan mengamati keberhasilan kelompok - kelompok strategi yang berbeda perusahaan dapat mengerti dengan lebih baik kelemahan dan kekuatan yang terkait dari satu strategi dibanding strategi lain. b. Demand Side Appoach Mengidentifikasi pesaing-pesaing Pada Tingkat Pasar Produk Secara esensial, tehnik-tehnik berorientasi supply yang digambarkan adalah baik bagi individu yang berkaitan dengan persaingan bisnis, unit bisnis strategi, SBU dan tingakat kelompok. Tetapi tidak ada kekhususan yang disyaratkan manejer produk. Manaejr produk perlu memahami tingkat persaiangan yang pasti antara produk-produk yang tersedia di pasar. Pada tingkat ini pesaing-pesaing diidentifikasi dengan sangat baik oleh pelanggan-dari sisi demand-dari pada oleh karakteristik penawaran. 1. Substitution in use (Penggantian Barang Pengganti) Pemikiran sekarang tentang indentifikasi struktur bersaing bagi barang given didasarkan pada ide substitution use (penggantian barang pengganti). Ada tiga premis yang mendasari ide ini : 1.Orang melihat manfaat yang diperoleh sari produk tersebut dari pada produk itu sendiri. 2.Kebutuhan untuk terpuasan dan manfaat yang sedang dicari didekte oleh situasi pemakaian atau penerapan yang sedang direnungkan. 3.Produk dan tehnologi dipertimbangkan dari seperangkat pengganti jika mereka dirasa menyediakan fungsi – fungsi yang memuaskan kebututhan-kebutuhan yang berada dengan pemakaian yang dimaksud. Yang menentukan sebuah persaingan langsung produk, selanjutnya mungkin menyediakan satu jawaban yang mengatakan “tergantung pada: 1.Sejumlah setuasi pemakaian yang berbeda yang pelanggan hadapi 2.Karekteristik pemakaian meliputi djumlah jenis produk dan brand yang seorang pelanggan terbaik dan memilih diantaranya. 2. Penggunaan Prilaku Pembelian Untuk Mengindentifikasi Pesaing Tidak masalah beberapa banyak perasaan logis sebuah analisis yang demikian sebagai penciptaan yang tidak jadi dilakukan. Hal ini berdasarkan pada apa yang dikatakan pelanggan, bukan pada apa yang mereka lakukan. Beberapa peneliti telah mengembangkan tehnik yang berdasarkan pada aktual. Sedangkan menurut Vithara R. Rao dan Joel H. Steckel dalam bukunya The New Science of Marketing beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi pesaing adalah: Identifying Competitors Inside The Industry Or Product Category Sebagaian besar persaingan langsung suatu produk berasal dari hal lain dalam kategori produk yang sama (seperti Coca Cola bersaing dengan Pepsico pada 10 tahun yang lalu sampai sekarang). Sejak persaingan merupakan suatu matter of degree, hal ini mungkin bahwa semua perusahaan dalam kategori produk tidak akan sama persaingannya dengan pemberian merek. 2.2Analisa Kelemahan Pesaing Komponen utama serangan pemasaran gerilya berbasis penelitian adalah memehami persaingan yang anda hadapi. Anda bias saja mengembangkan sebuah produk keunggulan kompotitif atau selling point proposisi unik. Satu-satunya cara mengetahui bahwa anda punya keunggula adalah mengetahui apa yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh pesaing anda. Pada gerilya marketing, anda mempelajari bahwa keunggula bersaing anda merupakan senjata ampuh pemasaran. Keunggula kompotitif adalah manfaat yang anda tawarkan, yang tidak ditawarkan oleh pesaing anda. Penelitian memuktikan hal itu, demikian juga pengalaman. Dan pelanggan memberitahukannya kepada kita. Jika anda berfikir anda tidak punya keunggula kompotitif maka saatnya untuk menyingkirkanya. Beberepa gambaran umum yang sering terdengar adalah dibuat oleh ahlinya dikembangkan secara organic, diuji secara proesional. Semua itu adalah keunggulan kompotitif, pemasar mengunakan topi berfikir yang menciptakan keunggulan tersebut. Mereka pada dasarnya mengenali sesuatu yang dilakukan atau karateristik yang telah ada. Yang lain mungkin memberikan hal yang sama, tetapi hanya jika orang membicarakan dan mempromosikannya, maka barulah menjadi keunggulan yang kompotitif. Jika hanya satu perusahaan yang mengatakakan kepada pelanggan bahwa suatu fitur umum adalah manfaat yang unik berarti perusahaan itu punya keunggulan kompotitif. Mastering gerilya marketing (mariner books) menyajikan empat criteria yang harus dipenuhi oleh keunggulan kmpotitif: 1.Merupakan manfaat positif salah satu cara orang medapatkan keuntungan dengan berbisnis dengan anda. 2.Ada satu-satunya yang menawarkan atau pelanggan menganggap hal itu karena andalan satu-satunya yang membicarakannya. 3.Keunggulan anda dapat dikomunikasikan dengan sedikti kata yang dipilih dengan baik. 4.Orang-orang mengenal anda ketika mereka mendengarnya atau melihatnya. 2.3 Menganalisa Peluang Penelitian pasar dan kecerdasan bersaing mengantifikasi adanya ancaman dan peluang yang terbuka. Ada banyak sumber public, online dan offline, dimana informasi tentang persaingan dan lingkungan pasar dapat difokuskan. Pemasar gerilya tahu siapa pelanggan ideal dan apa yang dilakukan pesaing untuk mencapai mereka. Penelitian yang intensif aka menangani pasar potensial tempat anda bekerja dan bermain, pelanggan dipasar tersebut, dan apa yang saat ini menarik bagi mereka, cukup menarik bagi mereka untuk membuka dompet dan mengeluarkan uang dan produk jasa anda. Hal tersrbut dapat dikelompokan dalam “top-of-wallet”. Sekali anda tahu factor-faktor daya tarik ini, anda dapat membuat strategi, taktik dan rencana untuk menyerang. Bersiaplah kemudian memasukan uangnya kedalam dompet anda. Kemajuan teknologi saat ini sangan membantu penelitian yang kita lakukan. Berterimakasihlah pada internet, sebuah peranti penelitian yan luar biasa. Jelasnya, situs web bersaing adalah pintu yang terbuka lebar untuk kita masuki, sebuah undangan untuk berkunjung. Sebelumnya, hal tersebut tidak ada. Bahkan anda dapat membeli sesuatu dan punya pengalaman membeli yang sebelumnya anda tentang, semuanya dibah browser/purchaser online. Pemelian offline juga merupakan penelitian kompetitif yang cukup popular, tetapi dapat membosankan dan tidak menyenangkan jika produk anda tidak bisa dipersaingkan. Internet memungkinkan pemasar gerilya melukakan dalam penelitian dalam cara-cara berikut ini: 1.Mengunjungi situs web pesaing. 2.Mengunjungi situs web pelanggan. 3.Mengunjungi situs web prospek. 4.Berpartisipasi atau mengunjungi newsgroup dan forum informasi. 5.Situs pribadi untuk informasi. 6.Mengekstrak dan mengeksplorasi database. 7.Membeli produk dan jasa kompotitif. 8.Menemukan mengontak aliansi strategis. 9.Berkomunikasi lebih cepat dari sebelunya denga pelanggan, prospek, dan karyawan. 10.Menguji produk, survey, headline, dan iklan. Makin banyak informasi yang anda dapatkan, semakin anda diperlengkapi denga lebih baik untuk bersaing. Inilah esensi penelitian. Penelitian paling berharga jika ia dilakukan secara teratur. Laukakn penelitian anda sebalum pesaing anda melukakanya. Pemasar gerilya jarang menghadapi kejutan. Rencana dan aktifitas haris disesuaikan begitu informasi penting didapatkan, terutama meanggapi hasil penelitian mengenai persaingan dan kebituhan pelanggan. Ketika prospek mulai tertarik kepada pesaing, bias jadi itulah isyarat bahwa anda perlu memosisikan ulang diri anda dimedan persaingan, setidaknya meneliti mengapa prospek berpindah kepesaing. Model Persaingan Ekonomi Intensitas persingan berakar pada tiga jenis lingkungan persingan yaitu : persingan sempurna, monopoli murni, dan persingan tidak sempurna. Pasar persaingan sempurna di cirikan oleh kondisi sebagai berikut : 1). Tidak ada differensiasi produk, 2). Knowledge perusahaan sama ; 3). Tidak rintangan masuk ; 4). Tidak rintangan keluar 5). Persaingan bersifat atomik. Sedangkan dalam pasar monopoli tidak ada persaingan karena hanya ada penjual tunggal dan produk yang di jual unique, tidak ada barang subtitusi dan jika pembeli mau membeli suatu produk maka pembeli harus membeli dari penjual tunggal. Persaingan yang sangat ketat terjadi baik pada pasar persaingan sempurna, maupun monopolistik, pada pasar persaingan tidak sempurna dan pasar monopolistik banyak sekali perusahaan yang beroperasi yang boleh jadi akan muncul persaingan yang ketat, dan untuk memenangkan persaingan tersebut maka diperlukan suatu strategi bersaing yang unggul. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas persaingan menurut Porter adalah : 1). Ancaman pendatang baru ; 2). Persaingan di antara perusahaan yang ada ; 3). Ancaman dari produk subtitusi 4). Kekuatan tawar menawar pemasok 5). Kekuatan tawar menawar pembeli. 2.4 Strategi Persaingan Strategi bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar mampu menerapkan strategi tertentu, yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Tetapi hanya dengan sekala besar saja tidaklah cukup, karena ada beberapa strategi bagi perusahaan besar yang mampu menjamin keberhasilannya, akan tatapi ada juga strategi yang dapat merugikan dirinya sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu rnenghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan besar. Sehubungan dengan besarnya usaha, maka dapat dibedakan menjadi empat kelompok usaha, yaitu: 1. Market Leader menguasai 40% pasar 2. Market Challanger menguasai 30% pasar 3. Market Follower menguasai 20% pasar 4. Market Nicher menguasai 10% pasar 1. Market Leader Perusahaan seperti ini rnemegang bagian terbesar dalam pasar, biasanya perusahaan-perusahaan lain mengikuti tindakan-tindakan perusahaan dalam hal perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan saluran distribusi, dan intensitas promosi. Perusahaan ini menjadi titik pusat orientasi para pesaing. Ia merupakan perusahaan yang ditantang, ditiru, atau dijauhi. Kehidupan pemimpin pasar sungguh tidaklah mudah, terkecuali bila perusahaan itu memang memiliki promosi resmi. Perusahaan tersebut senantiasa mempertinggi kewaspadaannya sebab para pesaingnya selalu mencari dan mencoba memanfaatkan kelemahannya, meski sekecil apapun. Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap menjadi nomor satu, oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan seperti ini bjasanya mengembangkan strategi: a. Mengembangkan pasar keseluruhan, hal ini dapat dilakukan dengan cara: - Mencari konsumen baru dengan cara strategi penerobosan pasar, strategi pasar baru, dan strategi perluasan geografis - Mencari dan mengenalkan kegunaan baru suatu produk - Meyakinkan masyarakal konsumen agar menggunakan produk lebih banyak pada setiap kesempatan. b. Melindungi bagian-bagian pasar yang telah dikuasai. Sementara mencoba memperkuat pasar. Perusahaan yang dominan tetap harus melindungi usahanya secara terus menerus dari serangan saingan-saingannya. Untuk itu yang harus dikerjakan oleh perusahaan pemimpin dalam mempertahankan daerah kekuasaannya adalah inovasi (Pembaharuan ) yang terus menerus. c. Meningkatkan bagian pasar. Selain mencari konsumen baru pada pasar yang baru, perusahaan juga dapat meningkatkan jumlah konsumen pada bagian pasar yang sudah dikuasai. 2. Market Challanger Perusahaan yang mempunyai urutan kedua atau lebih rendah lagi didalam pasar bisa disebut "runner up" atau "Penyusul". Mereka dapat menyerang Market leader dan pesaing-pesaing lainnya dalam suatu usaha yang gencar merebut bagian pasar, perusahaan inilah yang disebut Market Challanger. Dan mereka yang bersikap asal rnenerima tidak menggoncangkan pasar, disebut juga Market Follower. Beberapa strategi penyerangan yang bisa digunakan oleh market challanger : a. Menetapkan sasaran straregi lawan. Langkah awal yang harus dilakukan oleh penantang pasar adalah menetapkan sasaran strategis dan memilih lawan yang dihadapi, untuk itu perusahaan harus melakukan analisis persaingan yang sistematis. Sasaran strategis dari kebanyakan penantang pasar adalah: peningkatan bagian pasar dengan harapan akan menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Pada dasarnya, market challanger dapat memilih salah satu dari tiga jenis perusahaan yang dapat diserang yaitu: pimpinan pasar, perusahaan-perusahaan yang sama besarnya tetapi kurang berhasil serta kekurangan dana, dan perusahaan regional yang lebih kecil. b. Memilih strategi penyerangan. Secara umum ada lima strateg penyerangan yang dapat dipilih dan dilakukan market challanger : 1)Serangan Frontal. Serangan ini dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki tepat berhadapan dengan lawan. Serangan ini lebih bersifat menyerang kekuatan lawan ketimbang titik lemahnya. Dalam serangan frontal ini, penyerang menandingi produk, iklan, barga, dari lawannya, sehingga apabila lawan tidak kuat maka akan kalah. Biasanya yang memakai strategi ini adalah market challanger yang kuat. 2)Serangan melambung. Prinsip pokok dart serangan modern adalah Konsentrasi kekuatan untuk menyerang kelemahan .Market challanger berpura-pura akan menyerang bagian yang kuat sehingga lawan mengerahkan seluruh kekuatan ke bagian tersebut, tetapi serangan yang sesungguhnya akan diarahkan kebagian kelemahannya. Ada dua strategi yang dapat dilakukan oleh market challanger yaitu serangan geografis, yaitu serangan-serangan yang ditujukan pada daerah-daerah pemasaran dimana pesaing tidak menanganinya dengan baik. Dan kedua adalah serangan dengan menutup segmen pasar yang selama ini belum dipenuhi oleh market leader. 3)Serangan mengepung. Serangan ini merupakan usaha menembus daerah pemasaran lawan, yaitu dengan mengadakan penyerangan secara besar-besaran terhadap seluruh pasar lawan dan pada saat bersamaan perusahaan penantang memasarkan segala apa saja yang dipasarkan oleh pesaing, dan melebihi apa yang dimiliki oleh pesaing, sehingga tawaran perusahaan ini tidak mungkin ditolak oleh konsumen. 4)Serangan lintas. Strategi ini adalah strategi yang paling tidak langsung, serta menjauhkan diri dari gerakan yang mengarah kepemasaran pesaing. Ada tiga pendekatan, yaitu: diversifikasi ke produk-produk yang tidak berkaitan, diversifikasi kepasar geografis yang baru dan menciptakan produk yang lebih baik. 5)Serangan gerilya. Serangan ini dilakukan perusahaan-perusahaan yang kekurangan modal dengan menyerang pada berbagai wilayah lawan dengan serangan kecil yang tiba-tiba dan terputus-putus. Tujuannya adalah untuk mengganggu konsentrasi lawan. Serangan dapat dilakukan dengan tindakan memotong harga secara selektif, mengganggu persediaan, membajak eksekutif, kegiatan promosi intensif dan berbagai tindakan ilegal lainnya. Selain ke lima strategi penyerangan secara umum tersebut, terdapat strategi yang lebih spesitik lagi bagi market challanger yaitu: 1.Strategi pemotongan harga 2.Strategi produk yang lebih murah 3.Strategi produk prestise 4.Strategi pengembang biakan produk 5.Strategi inovasi produk 6.Strategi penyempurnaan jasa pelayanan 7.Strategi inovasi distribusi 8.Strategi penekanan biaya 9.Strategi promosi yang intensif 3. Market Follower Perusahaan seperti ini lebih suka menawarkan hal-hal yang serupa, biasanya dengan meniru produk perusahaan yang memimpin. Setiap market follower selalu menonjolkan sifat khasnya kepada target pasar, misalnya lokasi, jasa pelayanan, atau keuangannya. Strategi umum yang biasa dilakukan oleh maeket follower yaitu: 1.Mengikuti dari dekat. Market follower berusaha menyamai perusahaan pemimpin pasar pada sebanyak mungkin segmen pasar dan wilayah bauran pemasaran. 2.Mengikuti dari jauh. Dalam strategi ini market follower membuat beberapa differensiasi, namun tetap mengikuti market leader dalam hal pembauran pasar. 3.Mengikuti secara selektif. Market follower mengikuti dengan dekat beberapa hal yang dilakukan market leader, namum pada hal-hal yang lain perusahaan berjalan dengan sendiri. 4. Market Nicher Perusahaan seperti ini, menyandang berbagai nama seperti; penggarap relung pasar, spesialisasi pasar, perusahaan ambang pintu, atau perusahaan tumpuan. Market nicher menempati sebagian kecil dari seluruh pasar yang ada. Perusahaan jenis ini mencoba masuk kesatu atau lebih celah-celah pasar yang aman dan menguntungkan yang dilupakan atau terlewatkan oleh perusahaan besar. Umumnya market micher adalah perusahaan yang mempunyai spesialisasi tertentu dan keahlian yang khas didalam pasar, konsumen, produk atau lini-lini dalam bauran pemasaran. Setrategi persaingan pasar global Skenarionya bisnis kita sudah lama eksis. Kemudian tiba-tiba banyak pesaing asing masuk merebut kue tar atau bisnis kita yang semula di Indonesia hendak menjamah luar Indonesia sebagai wujud kesempatan bersaing global. Terdapat enam strategi untuk menghadapi persaingan global. Pertama strategi pertumb uhan yang cepat atau pengurangan. Penambahan atau pengurangan jumlah karyawan maupun unit bisnis sambil mempertahankan bauran produk dan jangkauan pasar. Tindakan yang demikian itu akan mengubah ukuran perusahaan daripada ruang lingkupnya. Strategi kedua, yaitu, perubahan bauran produk. Bauran produk yang dirubah senantiasa berdampak pada operasi perusahaan juga strategi pemasaran dan strategi penjualan dimana penambahan produk dapat dil;akukan seperti dengan akuisisi. Strategi ketiga, ialah perubahan jangkauan pasar. Fokus pasar dirubah pada bauran produk yang sama sehinmgga menjamah pasar internasional atau jangkauan geografis meluas dan menemukan konsumen sasaran yang baru. Strategi keempat tidak lain repositioning. Repositioning bertujuan mengubah persepsi konsumen dan atau calon konsumen akan perusahaan. Strategi yang kelima adalah diversifikasi. Diversifikasi dalam kenyataannya mencakup juga penambahan produk dan perluasan pasar yang berhubungan dengan bisnis inti maupun bukan bisnis inti. Dan yang terakhir tidak lain strategi partnering. Kerjasama antara dua atau lebih perusahaan independent untuk menciptakan suatu keunggulan bersaing. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Intensitas persingan berakar pada tiga jenis lingkungan persingan yaitu : persingan sempurna, monopoli murni, dan persingan tidak sempurna. Pasar persaingan sempurna di cirikan oleh kondisi sebagai berikut : 1). Tidak ada differensiasi produk, 2). Knowledge perusahaan sama ; 3). Tidak rintangan masuk ; 4). Tidak rintangan keluar 5). Persaingan bersifat atomik. Jika anda berfikir anda tidak punya keunggula kompotitif maka saatnya untuk menyingkirkanya. Beberepa gambaran umum yang sering terdengar adalah dibuat oleh ahlinya dikembangkan secara organic, diuji secara profesional. Semua itu adalah keunggulan kompotitif, pemasar mengunakan topi berfikir yang menciptakan keunggulan tersebut. Mereka pada dasarnya mengenali sesuatu yang dilakukan atau karateristik yang telah ada. Yang lain mungkin memberikan hal yang sama, tetapi hanya jika orang membicarakan dan mempromosikannya, maka barulah menjadi keunggulan yang kompotitif. Jika hanya satu perusahaan yang mengatakakan kepada pelanggan bahwa suatu fitur umum adalah manfaat yang unik berarti perusahaan itu punya keunggulan kompotitif. Strategi yang dapat digunakan untuk bertahan dan menang dalam persaingan. Salah satu strategi jitu yang dapat digunakan oleh pemasar adalah dengan menggunakan strategi manajemen merek seperti strategico-branding, brand extention, brand acquisition, brandrepositioning dan masih banyak strategi manajemen merek lainnya. DAFTAR PUSTAKA Rismiati E. Catur, Lg. Bondan Suroto, 2001. Pemasaran Barang dan Jasa. Yogyakarta: Kanisius. Kertajaya Hermawan, 1996. Siasat Memenagkan Persaingan Global. Jakarta: Gramedia. Tjiptono Fandy, 1997. Setrategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andi. Kotler philip, Gary Amstrong, 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Airlangga.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Beri Komentar yahcc...!!! Terima kasih atas Kunjungannya,, :-)

 
Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources